INDONESIAWI 02


Dengan jumlah kendaraan di Indonesia yang teramat banyak untuk ukuran sebuah negara yang miskin (katanya) dan kondisi jalan yang sering kali kurang memadahi, maka banyak timbul kemacetan di jalan terutama pada persimpangan jalan. Salah satu usaha pihak aparat untuk menanggapi keadaan tersebut adalah dengan memberikan aturan ‘belok kiri jalan terus’ pada simpang jalan. Jadi pada saat travic light menunjukan warna merah pengendara dengan tujuan belok ke kiri tetap bisa jalan, kecuali ada rambu lain yang melarang.

Harapan dari aturan ‘belok kiri jalan terus’ ini yaitu dapat memperlancar laju lalu lintas di kawasan persimpangan jalan. Kenapa hanya belok kiri saja yang boleh jalan terus?, alasannya adalah jalur lalu lintas di Indonesia yang pada umumnya menggunakan jalur sebelah kiri sehingga kendaraan yang belok ke kiri tidak akan mengganggu jalur kendaraan dari arah yang lain pada persimpangan jalan.

Maka sebab itu pada setiap persimpangan jalan biasanya dibagi menjadi dua jalur, satu jalur untuk kendaraan dengan arah lurus dan belok kanan yang harus berhenti saat lampu merah dan yang kedua jalur untuk kendaraan belok ke kiri yang tetap boleh terus.

Namun di setiap persimpangan akan selalu kita jumpai bahwa jalur kiri yang seharusnya boleh terus akan tetap harus terhenti saat lampu merah. Itu disebabkan kendaraan yang dengan arah lurus dan belok kanan akan tetap mengisi jalur sebelah kiri.

Itu ‘Indonesiawi’, dimana ego yang selalu mengutamakan kepentingan diri sendiri masih bercokol dalam diri saya, anda dan kita semua, dimana kepentingan orang lain jauh dari pemikiran kita. Meski umpatan kita tak kalah kerasnya dari mereka apabila perjalanan kita terhenti karena terhalang kendaraan yang berhenti di jalur kiri. Ditambah lagi petugasnya yang terkadang segan kepanasan dan lebih memilih nongkrong di pos sambil mengkalkulasi jerih-payahnya.

Sebaiknya kita buang jauh-jauh harapan untuk dapat berkendara dengan lancar dan nyaman saat berangkat kerja ataupun setelah lelah pulang bekerja, kalau kita tidak mau berupaya koreksi diri dan tingkatkan kesadaran diri kita masing-masing. Dan bukan cuma melulu menyalahkan orang lain tetapi lupa untuk bercermin pada diri sendiri. Sebelum kita sendiri mampu berusaha meningkatkan kesadaran diri, mustahil kita akan merasakan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab kita inilah masyarakat tersebut, jadi semua bergantung pada kita sebagai individu-individu yang melakoninya.