INDONESIAWI 04
Sering kita menyaksikan dilayar televisi akan keindahan kota yang ada di negara-negara di benua Eropa, Amerika, Australia bahkan di negara-negara tetangga kita di Asia. Bahkan sebagian dari kita pernah melakukan kunjungan langsung kota-kota yang indah tersebut. Kota yang ditata dan rawat dengan apiknya, dengan fasilitas-fasilitas kota yang terjaga dengan baik.
Begitu juga dengan bagunan-bangunannya. Bangunan yang juga memiliki fungsi sebagai fasade (‘wajah kota’), tertata dengan keindahan masing-masing bangunan, dan membentuk satu kesatuan yang pada akhirnya menciptakan keindahan kota.
Akan tetapi lain di negeri tetangga, lain pula di negeri kita sendiri. Apabila kita pandangi ‘wajah kota’ kita, sejauh mata kita memandang dan sepanjang jalanan yang ada di kota kita, pasti yang kita lihat hanya ‘reklame’ dimana-mana. Baik dalam bentuk pamflet, spanduk, papan baliho ataupun neonbox. Yang terpampang di seluruh wajah bangunan dan menghilangkan keindahan yang bangunan-bangunan itu sendiri. Dan secara tidak lansung merusak keindahan kota.
‘Indonesiawi’ banget….!! Begitulah kira-kira istilah gaulnya. Dimana orang-orangnya tidak lagi peduli akan keindahan kota dan masa bodoh akan kenyamanan kota. Dimana kepentingan pasar diatas segalanya. Yang penting dagangan laku, dan yang terpenting adalah mengeruk keuntungan seserakah-serakahnya. Dimana pemerintahnya belum mau (mampu) merancang peraturan yang tepat guna menciptakan suatu kota yang nyaman. Maka terwujudlah kota kita menjadi ‘pasar liar’. Yang tak tertampakkan keindahan kotanya, yang tertampakkan melulu ‘reklame’ nya.
Kapan kita bisa berjalan-jalan menikmati keindahan kota kita yang sesungguhnya (bukan sekedar iklan). Bagaimana kita berharap para wisatawan manca negara akan datang berkunjung dan membelanjakan uangnya di Indonesia, kalau kotanya tak lebih hanya papan ‘reklame’. Bukankah di negara mereka produk-produk yang dipasarkan jauh lebih bagus.
Harusnya kita banyak belajar dari mereka (manca negara). Mereka selalu memiliki produk-produk yang bermutu, mereka selalu berhasil menjual produk dengan omset yang tinggi. Namun tanpa harus merusak keindahan kota mereka. Tanpa harus membungkus seluruh bangunan dengan ‘reklame’. Yang mereka jual adalah mutu produknya dan bukan cuma hasutan iklannya.
Kita akan memiliki kota yang indah dan nyaman, apabila kita telah sadar akan pentingnya menata ‘wajah kota’. Memasang iklan pada fasade bangunan itu sah-sah aja, asal dengan penataan yang baik dan proporsional. Sehingga tidak menghilangkan keindahan karakter bangunan itu sendiri.
Kita akan mempunyai kota sebagai tujuan wisata, apabila pemerintah kita telah mampu merumuskan peraturan yang tepat akan tata kota, menjalankan peraturan tersebut dengan benar dan benar-benar menjalankan peraturan tersebut. Semoga semua itu segera terwujud.



